Apa Saja Barang Koleksi Saya?






Salam Ceria Semuaa.....


Saya bukan tipe orang yang suka mengkoleksi barang barang di rumah, apalagi barang mewah hihihi.  Tema ini cukup membingungkan saya hehehe. Tapi oke lah....saya akan sebutkan kira kira apa saja barang  yang saya koleksi. Saya menganggap barang koleksi karena jumlahnya lumayan banyak. 
 


BUKU

Buku tertata di rak buku, sebelum menikah saya sudah mengkoleksi  buku, setelah menikah dan pindah rumah, buku buku dimakan rayap, ngilu, sakit tapi tak berdarah hihihi. Buku buku jaman kuliah pun tak luput diicip si rayap.  Ada beberapa buku kuliah yang saya bagikan kepada teman, yang penting bermanfaat buat orang lain.  

Pameran buku adalah saat yang tepat untuk menambah koleksi buku, yang penting beli apalagi ada diskon, baca belakangan yang penting punya hahaha, ada yang sama dengan saya bun?. Melihat buku serasa mata hijau hihihi. 

Koleksi buku ada buku cerita, dongeng, pelajaran, komputer, agama, musik,  apa saja dikoleksi yang penting bermanfaat. Sebenarnya saya mengkoleksi buku, sebagai salah satu cara agar Dirga memiliki minat baca sejak kecil. Buku sangat penting, karena buku adalah jendela dunia, membuka cakrawala.

Saya senang saat menemukan buku yang ditulis Ndoro Kakung yang berjudul   "Nge-Blog dengan Hati", nemunya di pameran buku, kadang di pameran buku saya menemukan harta karun, buku buku lawas, masih bagus dengan harga murah, rejeki bunda Sholehah.....

Buku Ndoro Kakung
 Terbitan tahun 2009


TUPPERWARE

Kalau ngomongin Tupperware itu bikin geli hahaha, ada guyonan receh yang saya baca di Twitter.  Ada yang bilang suami bawa tupperware, bukan suaminya yang dinanti tapi Tupperware nya yang dicari hihihi. Anaknya ngilangin Tupperware bundanya marah marah, bener gak sih bun? karena Tupperware harganya lumayan kali ya hhihihi, kalau saya enggak marah lhoo bun....hihihi

Saya bukan agen Tupperware, dulu saya beli karena ada teman yang sedang hamil main  ke rumah untuk menawarkan tupperware. Akhirnya saya membelinya, dan saya order beberapa barang  sekaligus. Saya sempet berpikir, saya ini membeli Tupperware karena saya membutuhkannya, atau karena saya kagum dengan perjuangan teman saya yang sedang hamil, entah hehehe, yang pasti saya salut dengan semangatnya.

Sekarang saya sudah mengkoleksi , tempat minum, Blossom Collection Set, Steam it, piring hijau set, mangkuk hijau set, tempat minyak, Large Beverage Pitcher, tempat makan, Tiwi n Friends, ada lagi yang saya tidak tahu apa namanya.

Nah...ini bun....saya punya kelemahan, saya kurang bisa melakukan perawatannya dengan Tupperware yang saya punya, ada yang terbakar, gosong, yang pecah, patah, ada yang berubah warna. Sampai akhirnya  suami tercinta meng-ultimatum hahahha, bahasanya ultimatum, "Kalau bunda tidak bisa merawat, lebih baik tidak usah membeli, mubazir". Jlebb... sejak ultimatum itu diikrarkan, saya tidak pernah membeli Tupperware lagi, karena saya merasa tidak bisa merawat dengan baik.  




Sekarang saya merawat Tupperware yang sudah saya miliki, saya tidak membelinya lagi.  Tupperware yang terpakai saya letakkan di dapur agar mudah dicari, sedangkan yang tidak terpakai saya simpan didalam tas transparan agar saya tahu apa saja Tupperware yang ada ditas tersebut.




PERALATAN RUMAH TANGGA

Sejak berumah tangga, saya memutuskan memasak untuk kebutuhan makan sehari hari. Selain hemat, saya bisa masak sesuai selera dan yang pasti bisa nambah porsi haha. Jadi apapun hasil olahan saya,  apapun rasa masakannya, Ayah dengan senang hati melahapnya. Memasak merupakan salah satu cara saya  menampilkan kemampuan memasak saya, karena saya adalah koki keluarga eaaa....eaaaa... 

Setelah Dirga mulai masuk masa MPASI, saya  membuat dan meramunya sendiri, alhasil saya membutuhkan alat alat masak untuk membantu saya dalam pengolahan MPASI. 

Memasuki usia Dirga Balita dan mulai sekolah, saya sengaja mencari sekolah yang tidak menyediakan kantin, agar saya bisa memantau makanan apa yang Dirga makan. Setiap hari saya bawakan bekal, dengan bekal saya bisa mengatur makanan apa saja yang dimakan Dirga. Ekspektasinya membuat kue kue ala Bunda Didi, namun realitanya hasilnya hihihihi, ya..sutralah namanya proses belajar di dapur.

Panci, bakaran, alat pembuat pukis, panci steam, panci besar, penggorengan, blander, ada hehehe, kadang tetangga meminjam kalau ada acara masak masak di rumahnya hehehe. 



BAJU KEMBAR

Sebagian orang menganggap baju kembar itu seperti panti asuhan,  kadang malu kalau harus memakainya. Tidak untuk keluarga saya, hehehehe,  Ayah, Bunda, Dirga memiliki beberapa baju kembar, mulai dari casual sampai formal, maksudnya batik, kembar warna juga hehehe. Baju Kembar buat seseruan keluarga kami.

Baju itu termasuk koleksi gak sih? hehehe, kami merasa kompak kalau memakai baju kembar, jadi kalau Dirga lepas dari kami, orang mudah melihat dan menemukan kami melalui baju yang kami pakai. Baju kembar menunjukan kami satu keluarga, bukan berarti yang tidak memakai kembar tidak satu keluarga ya bun hihihi, ini hanya menurut pendapat saya pribadi.





Asik, hari ini berhasil menyelesaikan challenge dari Blogger Perempuan, tidak terasa sudah hari kesebelas hihihihih, tetap semangat. Oh ya..hehehe, bunda bunda punya koleksi apa saja di rumah? sharing dong....

Terima kasih sudah menyempatkan membaca blog saya.


Salam Kukuruyuk



You Might Also Like

12 komentar

  1. Waaah banyak ya koleksinya...paling galfok sama baju kembarannya...eye catching banget warnanya sukaaa :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya...awet juga sudah 2 tahunan itu bun hihihi

      Hapus
  2. Buku ma tupperware aku juga koleksi, ditambah gantungan konci, snow ball ma mangnet kulkas :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mbak, gantungan kunci dan magnet kulkas, suka ilang buat mainan Dirga hihihi

      Hapus
  3. Buku dan Tupperware itu aku banget 😂

    BalasHapus
  4. yang sama cuma buku, kalau peralatan RT kurang suka karena males di dapur hahaha

    BalasHapus
  5. Yang nggak kupunya, baju kembar bund hehehe :)
    Koleksiku buku, gelang kalung unik (tapi ini dulu) pingin koleksi lagi :)

    BalasHapus
  6. Emanh koleksi buku itu nyenengin yaaa

    BalasHapus