I Love MySelf





Salam Ceria Bunda.......



Alhamdulillah sudah memasuki hari keenam , hore heheheh.  Untuk membuat tulisan di hari keenam ini, saya melakukan sedikit kuesioner dan wawancara dengan Ayah dan Dirga , mengapa ? karena merekalah orang yang selalu bersama saya selama 8 tahun, sehingga tahu persis bagaimana keseharian saya hahaha.

Sebagai data pendukung hahaha, saya melakukan jajak pendapat di grup whatsapp  saya , untuk menguatkan  pendapat , tentang saya dimata mereka. Hahahah...ribet amat ya saya ini, membuat tulisan pakai jajak pendapat, kuesioner dan wawancara segala heheheh., tak apalah semua demi challenge dari Blogger Perempuan.

Saya  membutuhkan jajak pendapat karena saya tidak mampu menilai diri saya sandiri, walau sebenarnya saya mampu menilai fakta tentang diri saya sendiri. Namun saya membutuhkan bantuan teman teman yang saya cintai dan orang yang mencintai saya heehhee. Karena di tulisan ini saya ingin hasil yang akurat, obyektif, jujur, transparan hihi.

Saya sudah membuat  pertanyaan yang  akan saya ajukan untuk responden saya hehehe. Pertanyaannya "Hai teman teman tolong bantu jawab ya,  apa pendapat kalian tentang Bunda Dirga?,berikan satu jawaban positif dan satu jawaban Negatif ?.terima kasih.

 
Hasil dari jajak pendapat setelah saya instrospeksi diri dan me - refleksi diri, hasilnya  adalah

Fakta Positif Bunda Dirga


1. Suka Dunia Anak

Saya mecintai dunia anak, itu fakta. Karena kecintaan saya itu lahirlah lagu anak anak. Saat memiliki waktu luang kadang saya mengisi kegiatan di komunitas anak anak, mengikuti acara workshop dunia anak seperti mendongeng, bernanyi dan bermain bersama.






Belum lama ini saya diminta menjadi trainer outbound untuk anak anak, saya melakukan kegiatan bersama anak anak, anak anak itu ceria , gembira, menyenangkan , saya juga ingin seperti mereka.


2.  Baik dan Care 

Beberapa hasil jajak pendapat menjawab saya baik dan care, iya saya akui jika saya memang orangnya mudah tersentuh dan selalu ingin berbagi. Mungkin teman teman melihat kegiatan yang saya inisiasi yaitu #UntukTemanDirga, saya berbagi buku, alat tulis, tas untuk teman Dirga. Ayah, Bunda dan Dirga  berpikir bahwa memberi tidak harus menunggu mampu, tetapi mau. 

Mungkin teman teman juga sering melihat saya memasak nasi di hari Jum'at dan membagikannya kepada orang yang membutuhkan. Berbagi tidak melulu materi, bisa tenaga dan doa.
Saya menjadi tempat teman teman untuk curhat, alhamdulillah ilmu psikologi waktu kuliah masih bisa terpakai.
Saya hanya berpikir bagaimana saya bisa memberikan manfaat untuk sesama. Tidak membuat orang lain menjadi sakit hati, apabila tidak mampu berkata baik , lebih baik diam,  dengan diam setidaknya kita bisa menjaga lisan untuk tidak menyakiti.



Foto Hasil Jejak Pendapat 



3.Supel 

Mungkin karena pembawaan saya yang ramai, suka dengan dunia anak, membuat saya itu selalu ceria, ramah dan mudah bergaul dengan semua orang. 

Saya mudah beradaptasi dengan lingkungan baru dan saya tidak canggung untuk memulai berkomunikasi dengan orang baru. 

karena kesupelan saya ini, dari Dirga kelas playgrup sampai sekarang, saya dijadikan sebagai bu ketua di perkumpulan ibu ibu kelas, hahaahhaha. 


4. Pekerja Keras

Saya tipe pekerja keras dan tidak mau menyerah, saya selalu semangat, saya ingin menyalurkan energi untuk orang lain . Orangtua saya selalu mengajarkan untuk kerja keras, saya belum masuk dalam kategori sukses, paling tidak saya terus berjuang untuk sukses.
Karena saya sadar, bukan terlahir dari keluarga berada membuat saya harus terus memeras keringat dan berikhtiar untuk mewujudkan impian.


5.  Optimis dan Semangat

Saya berusaha menjadi pribadi yang optimis dan semangat, Saat saya optimis dan semangat,  aura positif akan selalu muncul . Ketika selalu bepikir positif , optimis alam semesta pun akan membantu mewujudkannya.

Ada satu cerita ketika teman saya ragu  memasukkan anaknya ke salah satu sekolah, saya dengan penuh semangat memberikan support untuk teman saya. Teman saya patah semangat dan tidak yakin anaknya bisa diterima di sekolah tersebut.

Saya terus menyemangatinya , sampai hari terakhir mendaftar, saya terus mendorongnya untuk segera menyerahkan berkas pendaftaran ke sekolah sebelum tutup tanggal pendaftaran. Saya optimis pasti anaknya dapat masuk ke sekolah tersebut, dan alhamdulilah anaknya diterima di sekolah tersebut. InshaAllah ketika kita optimis dan berdoa , alam semesta ikut merestui.




  Fakta Negatif Bunda Dirga

1. Pelupa

Saya itu lumayan pelupa hahhahaha, lupa meletakkan kaca mata, kunci motor, kadang kalau buat janji suka blank aja , begitu ingat waktunya sudah lewat karena janji langsung meluncur, jadinya terlambat.

Pernah suatu hari, ada tetangga ke rumah untuk mengundang kenduri, dan saya benar benar lupa menyampaikan ke Ayah Dirga, alhasil ayah tidak datang kenduri, tidak enak sekali saat itu dengan tetangga yang mengundang.


Cerita lain , ada kejadian yang baru saja terjadi , saya hendak membuat sambal saya mencari uleg uleg, saya cari ke sana kemari tidak ketemu, dan ketemu di dalam freezer, setelah saya ingat ingat runtutannya, ternyata saat membuat es teh, saya mengambil es batu di freezer , setelah memecah es batu menggunakan uleg uleg , entah mengapa saya bisa memasukkan uleg uleg dalam freezer .




Saya tahu, salah satu kelemahan saya adalah pelupa, sekarang saya melakukan upaya perbaikan dengan mencatat kegiatan penting atau apapun di kertas, menempelkan di dekat pintu sehingga mudah terlihat. 

Cara lain yang saya gunakan adalah memanfaatkan kemajuan teknologi yang ada di smartphone, yaitu fiture Alarm. Saat janjian dengan siapa saja , saya catat di smartphone, saya setting  satu jam  lebih awal dari jam bertemu, sehingga tidak lupa.


2. Molor

Saya akui kalau janjian atau datang disuatu acara , saya suka terlambat. saya tidak perlu defense
memang kenyataanya demikian, namun saat ini saya sedang memperbaiki managemen waktu saya, Saya sebenarnya saat melakukan sesuatu berkaitan dengan waktu selalu memakai prinsip :
"Penting - Mendesak"
"Penting - Tidak Mendesak"
"Tidak Penting - Mendesak"
"Tidak Penting - Tidak Mendesak"

Semoga saya bisa mengaplikasikan managemen waktu di kehidupan nyata. 

3. Tidak Suka Berdandan


Sebenarnya saya memang tidak suka berdanan, saat SMP, saya selalu ditegur guru karena terlalu cuek dalam penampilan,  rambut acak acakan, tidak pernah sisiran, berbeda dengan teman teman perempuan saya yang lain, rapi , cantik dan wangi.

Penampilan cuek saya berlanjut sampai SMA dan kuliah, namun sedikit mengalami peningkatan dalam hal menyisir rambut hahahah, tapi untuk bedak, parfum, lip gloss saya tidak pernah memakai. Saya merasa nyaman tanpa riasan,  apa adanya hahahhaha.

Kenyamanan itu berlanjut hingga sekarang, jujur saya tidak pernah mempunyai anggaran berlanja make up dan ubo rampe -nya, karena saya memang tidak memakainya, saya tidak mempunyai bedak, lipstik,  foundation , pensil alis selayaknya perempuan sebenarnya hehehe. 

Saya merasa ini tidak urgent, karena saya nyaman dan cuek jadi biasa saja. Ternyata hal ini menjadi sorotan teman teman saya. Mereka ikut memberikan saran untuk saya . 




Hahaha, memang setiap hari , setiap kegiatan saya tidak pernah menggunakan make up, kondangan pun saya tidak menggunakan make up .  Ketika melihat di feed IG saya, semua foto saya tidak menggunakan make up.

4. Tidak Tegaan

Ini merupakan salah satu kelemahan saya, saya selalu emosional ketika ada orang cerita tentang anak, tentang kesusahaannya , hal ini membuat konflik batin untuk saya dan terkadang membuat logika gak bisa berpikir, sehingga saya mudah "dibohongi".


5. Ngeyelan dan suka "Marah" 

Ayah Dirga mengatakan, saya itu tipe orang ngeyelan. Kalau hal ini saya ingin  berpendapat, saya ngeyel kalau saya tidak melihat dengan mata kepala sendiri. Bukan nya saya tidak percaya kepada orang lain, namun saya merasa lebih mantap kalau melihat sesuatu dengan indra pengelihatan, indera pendengaran saya sendiri.


Hahaha....kata marah di sini saya beri tanda kutip karena bukan marah yang sesunguhnya , marah saya biasanya ditujukan untuk ayah  jika  meminta mie instant. Bukan tidak boleh mengkonsumsi mie instant, tapi memang saya batasi.

Dirga merasa saya menjadi pemarah, sebenarnya tidak marah,hanya sedikit meninggi nada suaranya ketika meminta mainan, sama seperti ayahnya, saya memang membatasi pembelian mainan, satu bulan satu kali. 

Saya mengajarkan Dirga, tidak semua yang dia minta akan saya penuhi, ada proses proses yang harus dilalui untuk mendapatkan apa yang diinginkan.

Salah satu caranya adalah menabung dan merawat mainanya, apabila Dirga mampu melakukan itu ada reward  untuknya.





Tak terasa asik bercerita, sampai panjang dan lama ya heheheh, itu lah bunda fakta fakta positif dan negatif diri saya, bunda bunda jadi makin mengenal saya ya...kan tak kenal maka tak kenalan dulu..eh tak sayang heheh. 

Saya akan mempertahankan dan terus meningkatkan kebaikan kebaikan yang saya miliki, dan saya akan terus memperbaiki kekurangan kekurangan yang saya miliki.

Tidak ada manusia yang sempurna di dunia ini, kesempurnaan hanya milik Allah  , apapun yang ada di dalam diri saya baik itu positif atau negatif , saya akan selalu "I Love MySelf" apalagi saya bersyukur memiliki Ayah dan Dirga yang selalu menerima saya apa adanya tanpa syarat.

Saya bangga memiliki teman teman yang mau berteman dengan saya dan mau menerima kelebihan dan kekurangan yang saya miliki. Inilah saya apa adanya. Terima kasih bun sudah berkunjung.


Salam Kukuruyuk

You Might Also Like

17 komentar

  1. Ngakak liat ulegan beku! ;)))

    BalasHapus
    Balasan
    1. Akuuu punn geli geli pilu kak lihatnya hihi

      Hapus
  2. Hahaha YaAllah aku mikir itu foto apa, ternyata ulekan.
    Bunda aktif di dunia anak ya berarti. Hihi

    BalasHapus
  3. Keren banget pake jajak pendapat dulu. Hehehe... Memang seringkali orang lain yang lebih bisa menilai diri kita ya, bun :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Pingin tahu pendapat orang tentang saya mbak hihi

      Hapus
  4. Alhamdulillah... Saya termasuk yang merasakan baik dan care-nya Bunda Dirga 😍😍

    Saya juga pelupa.. Dan nggak suka dandan 😁

    BalasHapus
  5. Mbaaaa...numpang ngakak lihat uleg2 yg beku yaaa.. 🤣🤣🤣

    BTW,salut untuk Bundanya Dirga yg multitasking meskipun pelupa dan ngeyelan..hehe..

    BalasHapus
  6. Hohoho seru jg ya mengetahui pendpt org sekitar ttg kita

    BalasHapus
  7. Liat ulegan beku aku jadi inget pernah naruh gelas sango yang kuat itu sampe belah jadi 2 karena airnya jadi es. Ceritanya mau minum air dingin ya udah ditaruhlah gelas isi air putih di frezer eh taunya lupa pas buka frezer gelas dah jadi 2 :P

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aku pun pernah bun...gelas dikulkas dan hamburr pecahannya

      Hapus
  8. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  9. Daku belum sempat ngobrol banyak dengan bundir, ketemunya pas acara aja sih yaa huhu

    BalasHapus
    Balasan
    1. Okk mbak Dedew, mari bikin date berdua hihi

      Hapus