Nama Adalah Brand Kita




Salam Ceria bunda....


Memasuki tantangan hari ketiga, temanya mengapa memilih nama blog yang sekarang digunakan. Tetap semangat menghadapi tantangan ya bunda...hehehhee. Saya pun semangat heheheh....

Awalnya blogspot sebagai batu loncatan


Awal mula menulis blog,  saya masih mencari platform yang tak berbayar. Alasanya karena masih belajar nge-blog jadi nebeng alias nunut dulu di rumah orang jadi pakai alamat rumahnya. Buat saya blog itu ibarat alamat rumah. Nebeng di rumah orang pasti ada peraturan peraturan yang harus kita patuhi, tidak boleh dilanggar,  saya pun tidak bisa sebebas di rumah sendiri.

Awal menulis saya nebeng di web blogspot, sebenarnya ada banyak platform yang tak berbayar, tapi saya memilih blogspot, walaupun blogspot tak memilih saya, hehe.
Lama lama terpikir kalau saya nebeng, terus misalkan rumah blogspot tutup , bagaimana nasib tulisan saya ya? Ikut hilang jugakah?? Atau bagaimaa nasibnya....Hehe

Trus kalau saya lagi semangat dan mood banget nulis, trus rumah tak berbayar yang tadi saya nanuti dikunci oleh rumah, piyee ya jadinya hehe...saya mungkin hanya bisa pasrah tulisan saya kandas. Bagaimanpun juga kalau  nebeng dialamat orang, kunci dan kewenangan ada di pemilik rumah   tersebut, jika tutup ya...mungkin hanya bisa pasrah kali ya heehe.
Kalau yang punya rumah bilang, maaf mbak saya tutup, kan kita tidak bisa masuk, tidak mungkin saya mau gedor gedor pintu. hihihi

Dari pemikiran dan kekhawatiran saya waktu itu,entah benar atau salah hehehe...saya tidak tahu, mungkin bunda bunda ada yang berbeda pendapat dengan saya tentang rumah. Akhirnya tahun 2018  saya menutuskan pindah alamat rumah dan mempunyai alamat sendiri.





Akhirnya Punya Alamat Rumah Sendiri

Hore....akhirnya saya mempunyai rumah dengan alamat sendiri,  saat mempunyai  rumah sendiri, berarti saya harus mengeluarkan biaya, agar saya bisa mendapatkan kunci, bisa memakai rumah dengan leluasa sesuai dengan apa yang saya mau.

Saya membuat alamat blog dibantu oleh teman saya Mbak Untari, kami sama sama tergabung di komunitas Blogger perempuan Semarang bernama  Gandjelrel.
penampilan blog saya jadi seperti sekarang ini dibantu oleh Ayah Dirga hehehe

Mempunyai rumah sendiri membuat saya bebas bereksplorasi, bebas menetukan cat rumah, bebas menata ruang sendiri, bebas membuat rumah sebaik dan seindah mungkin. Intinya saya berusaha membuat rumah senyaman mungkin, sehingga tamu akan senang, nyaman, betah dan akhirnya kangen kalau tidak berkunjung ke rumah saya.

Itu ilustrasi saya bahwa blog adalah rumah, dan tamu tesebut adalah bunda bunda yang berkunjung di blog saya. Matur suwun bunda sudah mau berkunjung hehehe karena tamu adalah raja, jadi saya ingin menjamu bunda bunda dengan baik heheheh, ayo bun tetap main dan mampir ke rumah saya njeh.....

Oh ya sampai lupa, nama rumah saya adalah Bundadirga.com , saya memilih nama bundadirga dengan berdiam diri sekian purnama hehe....malah bercanda. Nama Bundadirga saya pilih karena saya bundanya Dirga.

Ketika menyebut bunda Dirga ada dua orang sekaligus yang disebut yaitu bunda dan Dirga, sekali merengkuh dayung dua tiga pulau terlampaui hehehehe.

Sebenarnya bukan hanya nama blog, seluruh media sosial yang saya punya menggunakan nama bunda Dirga.  Saya ingin nama Bunda Dirga seperti sebuah brand.

Brand itu melekat dan biasanya sudah berada diluar kepala, misalnya orang cenderung menyebut sepeda motor dengan Honda. Ketika bicara motor asosiasinya yang muncul ya...Honda.
sampai sekarang kalau mau pinjem motor ngomongnya "Bu, saya pinjem Hondanya ya..." padahal merek motornya Yamaha hehehhe.

Ngomongin pasta gigi asosiasi yang muncul adalah odol, padahal pasta gigi yang dipegang tulisannya pepsodent, perumpamaan brand seperti itu, melekat. 

Saya juga ingin memiliki brand dari nama saya, ketika ngomong Bunda Dirga asosiasi yang muncul adalah bundanya Dirga yang suka dengan dunia anak anak, senang menciptakan lagu untuk anak anak, bunda yang ceria, bunda yang gembira, bunda yang apa lagi ya hehehe bunda yang menghibur hehehe, semoga saya bisa menghibur bunda bunda semua, karena nama adalah sebuah doa dan harapan.

Begitu bunda bunda cerita dari saya, semoga nama yang saya pilih , dapat menghibur  saya dan bunda bunda yang lain.
Matur Suwun sudah berkunjung, sering sering berkunjung ya bun.

Salam Kukuruyuk


You Might Also Like

10 komentar

  1. Sampe aku lupa nama aslimu saking seringnya manggil Bunda Dirga :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hihihi iyaa mak irits, matur suwun sudah berkunjung di blog kuuu

      Hapus
  2. Barakallah Bunda Dirga.. Salam Kukuruyuuk ya Kakak Dirga 😍

    BalasHapus
    Balasan
    1. Salam Kukuruyuk juga untuk dek Hasna ya bun

      Hapus
  3. Aku pikir dulu emang nama aslinya Bundir itu Dirga trus ditambahin Bunda di depannya. Nama asli: Rini juga cakep & catchy lho

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyaa mbak hehehe...terima kasih, asik dikunjungi lagi blog ku...setelah ini ku mampir ke blog mbak Lintang yeee

      Hapus
  4. Cakep mba blognya semoga makin semangat berkarya yaa

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin...matur suwun mbak Dedew...sukses untuk mbak Dedew

      Hapus
  5. Masa iya mba blogspot ntar tutup? Duh...aku masih nyaman ngontrak disitu 😁 blm kepikir pindah rumah, baru berani pindah alamat doang

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yang punya alamat rumah namanya blogspot hehehe....

      Hapus