Melatih Motorik Si Kecil Dengan Stimulus Yang Tepat, Salah Satunya Dengan Monde Boromon Cookies



Salam Ceria Semua....

Hai bunda apa kabar? semoga bunda dan keluarga dalam keadaan sehat, karena ketika dalam keadaan sehat pasti akan sangat menyenangkan melewati hari hari bersama Si Kecil.  Berbicara tentang Si Kecil, sepertinya setiap orangtua akan selalu berusaha memberikan yang terbaik untuk anak anaknya. Apapun akan dilakukan demi masa depan anak anak dan terkadang orangtua harus membuat  pilihan pilihan dan keputusan yang sangat berat,  namun bisa jadi pilihan itu merupakan keputusan yang terbaik untuk masa depan Si Kecil.

Begitu pun dengan saya, ketika saya diberi kepercayaan dan rejeki oleh Allah memiliki buah hati, saya mengambil keputusan untuk bekerja diranah domestik serta tidak menerima tawaran pekerjaan dari mana pun, karena saya ingin mempersiapkan diri untuk mendampingi Si Kecil dan saya tidak ingin melewatkan Golden Age Si Kecil yang tidak akan pernah bisa terulang kembali. 
  
Pasti berat karena akan mempengaruhi kondisi financial keluarga, namun saya yakin setiap anak membawa rejekinya masing masing, jadi saya tidak merisaukan hal ini. Yang membuat saya risau, khawatir, takut dan juga guilty feeling apabila saya tidak bisa mendampingi Si Kecil melewati setiap tahap perkembangan dan moment penting dalam kehidupanya.

Saya Ingin Menjadi "Saksi Sejarah" Moment Penting dalam Pertumbuhan dan Perkembangan Si Kecil

Moment pertumbuhan dan perkembangan sangatlah penting dalam proses kehidupan Si Kecil. Saya akan merasakan berat apabila saya tidak bisa menjadi "Saksi Sejarah" kapan pertama kalinya Si Kecil mampu melakukan tugas tugas perkembanganya. Menurut Havighurts pendidik dan ahli Psikologi yang berasal dari Amerika,  tugas perkembangan adalah tahapan yang harus diselesaikan individu pada fase fase tertentu. Tugas Perkembangan berkaitan dengan sikap, perilaku dan ketrampilan yang sebaiknya dimiliki oleh individu sesuai dengan fase fase perkembanganya.
Ada rasa gembira dan kebanggan tersendiri bisa menjadi "Saksi Sejarah" kehidupan Si Kecil. Kapan pertama kali Si Kecil belajar tengkurap, usia berapa pertama kali belajar duduk, kapan pertama kali Si Kecil MPASI, kapan pertama kali belajar makan makanan padat, kapan belajar merangkak, kapan belajar bicara, kapan belajar berjalan, banyak sekali moment moment penting Si Kecil...inilah alasan saya untuk selalu mendampingi Si Kecil, karena saya tidak ingin melewatkan moment berharga bersama Si kecil dan saya ingin menjadi salah satu "Saksi Sejarah" yang nantinya bisa menjadi cerita untuk Si Kecil kelak ia beranjak dewasa atau bisa menjadi cerita untuk cucu saya kelak.




Alasan alasan tersebut yang menjadi dasar pemikiran saya untuk membuat pilihan dan akhirnya mengambil keputusan bekerja diranah domestik, tentunya pilihan yang saya ambil sudah mendapatkan restu dari partner hidup saya yang sekaligus menjadi tim saya dalam mengasuh Dirga. Setiap orangtua pasti punya pengalaman, pilihan dan keputusan berbeda beda halam hal ini, apapun keputusan yang telah di pilih semoga membawa kebaikan untuk orangtua dan Si Kecil.

Ketika berada di rumah saya memiliki banyak waktu bersama Si Kecil, mulai dari bangun tidur sampai mau tidur, karena intensitas kami yang sering bertemu membuat kami banyak melakukan aktivitas bersama sama dan belajar bersama. Setiap hari bertemu saya bisa memantau pertumbuhan dan perkembangan Si Kecil.

Salah satu tugas perkembangan yang harus dilalui masa kanak kanak adalah, belajar memakan makanan padat. Saya biasanya melatih Dirga untuk makan mengunakan tangan sendiri. Ketika proses belajar makan anak akan belajar sinkronisasi gerakan tangan dan mulut, menyelaraskan gerakan tangan, mengambil makanan dan memasukannya kedalam mulut. Kegiatan ini terus saya lakukan untuk melatih motorik Dirga.

Salah satu cara melatih melatih motorik anak makan dengan  finger food. Anak dilatih untuk makan menggunakan tangannya tanpa media seperti sendok ataupun garpu sehingga anak mampu meningkatkan kemampuan panca indera perasa, peraba,  pembau. Dari proses belajar  finger food anak anak dapat mengenal tekstur kasar, lembut, lembek, juga belajar merasakan suhu panas dan dingin. Rangsangan dari sel kulit tangan akan terkirim impuls untuk menstimulasi pertumbuhan otak.

Dirga saya perkenalkan belajar makan menggunakan tangan sendiri, mulai usia 9 bulan dan saya latih terus menerus hingga sekarang. Memang ketika anak sudah mulai belajar makan sendiri  sudah bisa dipastikan semuanya akan menjadi kotor, tangan kotor, baju kotor, meja kotor, lantai kotor, tidak menjadi masalah untuk saya, seperti salah satu iklan di televisi yang mengatakan "Kalau ngga kotor ngga belajar".

Membersihkan sisa makanan yang berceceran bagi saya adalah hal sangat menyenangkan, yang terpenting saya bisa terus ada disamping Dirga dalam proses belajarnya. Kegiatan makan bisa menjadi menyenangkan dan lambat laun akan melatih ketrampilan makan dan motorik anak. Saya tidak pernah bosan melatih Dirga makan menggunakan tangan Dirga sendiri setiap hari, sambil makan sambil belajar, ibarat pepatah sekali merengkuh dayung dua tiga pulau terlampaui.



Dokumentasi Foto Dirga Saat  Balajar Makan Makanan Padat Sendiri tanpa alat bantu.
asik dengan Finger Food untuk melatih Motorik Anak
Foto : Koleksi Pribadi


Semakin bertambahnya usia apalagi ketika memasuki usia 1 - 3 tahun pertumbuhan anak terjadi sangat pesat. Saya harus ikut aktif meng-upgrade kemampuan diri agar bisa mengikuti pertumbuhan Si Kecil. Saya pun menuntut diri sendiri menjadi kreatif agar bisa mendampingi dan melatih Si Kecil untuk terus meningkatkan kemampuan motoriknya.

Peran saya yang biasanya menjadi ibu rumah tangga, koki keluarga, kini saya memiliki tambahan satu peran lagi, seperti Pak Tarno "Prok...Prok...Prok...jadi apa?" karena semua barang bekas di rumah dalam sekejap saya sulap menjadi permainan berharga untuk Si Kecil hihihi.

Permainan yang saya buat menjadi salah satu stimulus dan media belajar untuk melatih motorik Si Kecil, jadi kalau bunda main ke rumah saya, hua... semua pasti berantakan seperti kapal pecah hihi. 


Prakarya Saya
Foto : Koleksi Pribadi

Media Permainan Merupakan Salah  Satu Stimulus Untuk  Melatih Motorik Si Kecil

Kalau ada waktu luang, saya suka uplek sendiri untuk membuat prakarya seperti bantal buku atau permainan lain yang dapat menjadi media anak bermain. Barang barang bekas yang sudah tidak terpakai seperti kardus, sisa kain, gelas air mineral semuanya masih bisa dimanfaatkan menjadi  salah satu media belajar Si Kecil, tergantung tujuan yang ingin dicapai.

Ketika saya ingin melatih motorik Si Kecil, saya membuat media permainan yang berfungsi sebagai salah satu stimulus untuk meningkatkan kemampuan motorik si Kecil. Berikut adalah beberapa media atau stimulus yang saya buat untuk melatih dan  meningkatkan kemampuan motorik Si Kecil.

Saat membuat prakarya, terkadang Si Kecil ingin ikut menolong , saya biarkan,  terkadang saya bisa meminta tolong Si Kecil mambantu, lumayan dapat bala bantuan. Misalnya saya meminta tolong mengambil kapas, gelas air mineral atau hal sederhana yang bisa dilakukan Si Kecil.

Bola Bola Warna

Bola bola warna terbuat dari bahan sisa kain spundbon, saya potong melingkar, dijahit dan diisi kapas. Saya juga mempersiapkan gelas air mineral yang tidak terpakai, saya menempelkan kain berukuran kecil di gelas air mineral sebagai tempat untuk meletakkan bola bola warna.

Melatih otot anak untuk memegang benda bola bola warna, dan memasukan kedalam gelas air mineral yang sudah ditempeli warna. Si Kecil diminta untuk mengambil bola bola warna dan memasukan bola kedalam gelas yang sesuai dengan warnanya. 

Permainan ini bisa digunakan untuk melatih motorik kasar anak, dengan memberikan jarak antara bola dan gelas.  Anak memasukkan bola dengan cara merangkak, berjalan ataupun berlari.

Permainan Bola Bola Warna
Foto : Koleksi Pribadi

Memasangkan Bentuk Geometri

Sisa kardus bekas yang tidak terpakai pun saya sulap menjadi media permainan memasangkan bentuk bentuk geometri seperti lingkaran, persegi panjang, trapesium dan segitiga. Anak membutuhkan kekuatan otot tangan untuk menarik bentuk bentuk geometri yang tertempel dengan velcro.

Selain melatih motorik anak, sekaligus melatih konsep bentuk dan juga warna.

Permainan Memasangkan Bentuk Geometri
Foto : Koleksi Pribadi

Menjahit

Masih menggunakan sisa kardus di rumah, permainan selanjutnya yang saya buat adalah menjahit, konsep permainan ini memasukan benang kedalam lubang. Saya membentuk gambar sepatu dikardus dan membuat lubang dengan sisi kanan kiri sama. Permainan ini cukup seru karena bisa melatih anak untuk persiapan menulis. 

Saat anak memegang tali, ibu jari dan jari telunjuk menyatu seperti memegang pensil. Ketika Si Kecil dilatih terus menerus akan membuat jari dan otot Si Kecil menjadi lentur dan tidak kaku. Permainan ini membutuhkan konsentrasi dan kesabaran Si Kecil.

Permainan Menjahit
Foto : Koleksi Pribadi


Contoh permainan diatas bisa diterapkan untuk anak usia 1 - 5 tahun yang merupakan usia keemasan.  Perkembangan syaraf motorik  dan otak mengalami peningkatan yang sangat cepat, sehingga anak anak memerlukan stimulus serta  latihan agar pertumbuhan dan perkembangan anak dapat terjadi secara optimal. Barang tentu orangtua memiliki peranan yang sangat krusial untuk mendampingi anak melewati masa masa yang menentukan masa depan anak, karena kecerdasan anak saat dewasa, berawal dari Golden Age

Semua proses belajar pada usia Golden Age, sebaiknya terus dilatih dan dibiasakan, agar anak menjadi trampil, salah satunya dalam hal belajar makan makanan padat. Melatih kebiasaan makan dapat dilatih dengan  pemberian stimulus yang tepat salah satunya adalah memberikan camilan Monde Boromon Cookies pada anak usia 1 - 5 tahun.

Mengapa Bunda Harus Memilih Monde Boromon Cookies?

Monde Boromon Cookies merupakan pilihan cerdas bunda bunda jaman now, ibu ibu milenial, apa saja kelebihan Monde Boromon Cookies?

Mungil dan Praktis 

Ukuran kemasan Monde Boromon Cookies sangat mungil dan tidak berat hanya 220 gram. Praktis dikonsumsi di rumah dan juga praktis saat dibawa bepergian karena tidak membutuhkan space yang besar, tinggal cemplung ke dalam tas baby beres, dan bunda tidak perlu khawatir Si Kecil kelaparan saat perjalanan.


Kemasan Mungil dan Praktis
Foto : Koleksi Pribadi


Higienis

Setiap kemasan Monde Boromon Cookies berisi 120 gram cookies yang masing masing dikemas satuan seberat 20 gram, jadi ketika bunda membuka kemasan Monde Boromon Cookies bunda akan menemukan 6 sachet kemasan imut hehehe.

Terkadang saat ngemil Si Kecil tidak menghabiskannya sekaligus, pasti ada sisa, nah...bunda bisa membayangkan apabila 120 gram dikemas sekaligus dalam satu plastik, wah...bisa terkontaminasi ya bun, karena harus buka tutup plastiknya saat mengambil cookies, kalau lupa menutup plastiknya bisa mubazir, sayang kan... Jadi kemasan imut 20 gram sengaja dirancang sesuai porsi Si Kecil serta untuk menjaga cookies tetap bersih dan selalu fresh.


Kemasan Imut 20 gram 
Foto : Koleksi Pribadi

Nutrisi Lengkap


Monde Boromon Cookies memiliki nutrisi yang lengkap. Monde Boromon Cookies terbuat dari saripati kentang, butiran cookies langsung meleleh ketika terkena air liur Si Kecil. Mengandung madu, baik untuk daya tahan tubuh Si Kecil. minyak ikan  dan DHA yang sangat penting untuk asupan nutrisi otak Si Kecil. 
Monde Boromon Cookies juga Gluten Free lho bun...jadi bunda tak perlu was was memberikan cookies untuk Si Kecil, karena tidak membuat anak alergi.



Komposisi Monde Boromon Cookies
Foto : Koleksi Pribadi



Sebagai Stimulus Melatih Motorik Si Kecil

Mengkonsumsi Monde Boromon Cookies sekaligus dapat melatih organ mulut dan lidah Si Kecil untuk mengeksplorasi rasa, tekstur, serta meningkatkan ketrampilan anak untuk makan.
Selain itu ukuran butiran Monde Boromon Cookies yang imut, dapat melatih anak untuk memegang benda kecil.

Ketika memegang butiran cookies, ibu jari dan jari telunjuk akan mengapit seperti menjepit pensil. Kadang saat anak memegang, butiran cookies terjatuh dan terjatuh lagi hehehe, karena Si Kecil masih dalam proses belajar, pemberian latihan yang konsisten membuat otot jari  Si Kecil menjadi terbiasa.


Posisi Ibu Jari dan Jari Telunjuk 
Saat Memegang Butiran Monde Boromon Cookies
Foto : Koleksi Pribadi


Mudah Didapat 

Di era milenial ini semua sangat terbantukan dengan keberadaan teknologi, salah satunya dalam hal belanja online. Bunda ingin membeli Monde Boromon Cookies? bingung mau membelinya di mana?. Gampang bun, segampang bunda membalikkan telapak tangan hehehe, bunda tinggal klik Monde Mart Online pesan, bayar, pesanan bunda akan datang tanpa bunda harus repot keluar rumah.




Sstt!!...Jangan Buang Kemasan Monde Boromon Cookies Ya Bun....

Sayang ya bun...kalau kemasan Monde Boromon Cookies, dibuang begitu saja. Kemasannya dapat digunakan sebagai media untuk menstimulasi belajar Si Kecil. Selain itu dapat digunakan untuk membuat prakarya sekaligus menciptakan bonding dengan si Kecil. Saya bisa membuat  beberapa permainan dari kemasan  Monde Boromon Cookies.

Puzzle  
Bermain puzzle merupakan salah satu cara belajar yang sangat efektif, anak tidak merasa sedang belajar namun bermain. Bermain puzzle mambantu anak dapat memecahkan misteri menyusun gambar, anak mampu melatih sinkronisasi tangan dan mata, tangan akan menjadi trampil memegang dan meletakkan gambar sesuai dengan urutannya, yang pasti dapat mengontrol emosi anak untuk bersabar menyusun satu demi satu kepingan puzzle. 


Foto : Koleksi Pribadi


Kreasi Menggunting dan Menempel

Kemasan Monde Boromon Cookies dapat dijadikan kreasi menggunting dan menempel. Bunda dan Si Kecil dapar menggunting gambar yang ada pada kemasan seperti kupu kupu, katakter Boromon, butiran Monde Boromon Cookies atau Bunda dan Si Kecil dapat berkreasi membentuk obyek lain seperti bunga, balon. Biarkan Si Kecil bebas berimajinasi dan berkreasi dari kemasan Monde Boromon Cookies. 


 Kreasi Menggunting dan Menempel
Foto : Koleksi Pribadi


Papan Cerita

Papan cerita merupakan salah satu media belajar motorik halus, karena Si Kecil akan menempel, melepas dan memindah gambar sambil bercerita. Secara tidak langsung akan melatih kemampuan bicara dan menambah kosakata Si Kecil. 

Biarkan Si Kecil bercerita dan mengeksplore kosakata yang dimiliki, seru ya bun hehehe bisa menambah kecerdasan linguistik Si Kecil.  Jadi jangan buang kemasan nya ya bun.



Panjang sekali tulisan saya, semoga bermanfaat untuk bunda bunda yang lain, kemampuan motorik anak sebaiknya terus dilatih secara konsisten dengan stimulasi yang tepat,  akan mendapatkan hasil perkembangan dan pertumbuhan anak secara optimal.

Alhamdulilah  proses yang Dirga lakukan, sudah mengalami banyak progres, sudah mampu melewati tahap tahap perkembangan yang sesuai dengan usianya,  sudah trampil makan makanan padat, mampu berbicara, bercerita, berjalan dan mampu melakukan banyak hal. Semua keberhasilan ini karena proses belajar dan terus berlatih, tetap semangat melatih kemampuan motorik Si Kecil ya bun.....

Terima kasih bunda sudah mampir ke blog saya.

Salam Kukuruyuk

You Might Also Like

11 komentar

  1. Wah bunda kreatif banget..bungkus boromonku malah sudah disobek-sobek setelah sebelumnya dijadiin mobil-mobilan wkwkw

    BalasHapus
  2. Wah..dari bahan bekas bisa dibuat mainan ya. Kreatif tenan!

    BalasHapus
  3. Wah Makasih sharingnya bunda Dirga. Saya belum nikah, tapi punya adik yang masih balita hehe. Jadi pengen saya belikan Boromon biar motoriknya bagus dan berkembang.

    BalasHapus
  4. Wiih, dari kardus bekas aja bisa dijadiin berbagai kreasi. Jd bunda harus pintar2 memutar otak ya demi perkembangan anak. Saluuut

    BalasHapus
  5. Enak boromon pernah icipin pu ya ponakanku, kreatif mainannya bundir :)

    BalasHapus
  6. Ide bermainnya seru ya bunda... Aku bisa nyontek buat intan

    BalasHapus
  7. Ternyata Monde Boromon itu gluten free ya, aman buat anak dg kebutuhan khusus. Yang tidak boleh konsumsi gluten

    BalasHapus
  8. Lucu bgt kreasi mainannya terutama yg boromon land 😍🐰

    BalasHapus
  9. Baru tau selain bundir greget bgt jg kreatif banget euy...bunda teladaaannn

    BalasHapus
  10. Snacknya bentuknya unyu banget ya bund. Kreatifitas Bunda banyak banget. Bisa aku tiru dan modif ya bund

    BalasHapus
  11. Mantap... makanan sehat dan anak cerdas. Sya kira bentuk mainannya gimana gitu, ternyata harus dengan kreativitas yah... keren..keren, salam kukurukyuk juga dari Bekasi..

    BalasHapus