Refleksi Blogging 2018, Bundadirga.com sebuah Eksistensi dan Aktualisasi Diri




Salam Ceria Semua.....

Senang sekali karena kali ini  saya bisa mengikuti lagi challenge yang diadakan oleh Blogger Perempuan, yaitu 2018 year in review blog challenge. Kemarin saya juga mengikuti challenge #BPN30DayChallenge  dan alhamdulillah berhasil melalui tantangan tersebut yee.....selamat untuk diri saya sendiri dan selamat juga untuk bunda bunda yang sudah berhasil menaklukkan"ego" nya dan menjadi pemenang untuk diri sendiri, mari tepuk tangan bersama sama, hihihi.

Tulisan saya di Challenge ini berjudul "Refleksi Blogging 2018, Bundadirga.com sebuah Eksistensi dan Aktualisasi Diri".  Judulnya berat amat bun, sebenarnya tidak berat berat amat bun...biar terlihat keren dikit hihihi, ngga..ngga..bun....Saya sengaja menulis judul demikian karena hasil dari saya merefleksi awal munculnya Bundadirga.com  sampai penghujung tahun 2018 ini. 

Jadi judul itu bukan saya ambil dari awang awang ataupun saya ambil dari rumah tetangga. Terus apa makna judul tersebut? maknanya adalah

 

Bundadirga.com Sebuah Eksistensi

Bundadirga.com merupakan domain yang saya beli awal tahun 2018, saya merasa senang memiliki domain berbayar, bukan domain nunut lagi. Ketika saya memutusakan membeli domain saya merasa bahwa bundadirga itu ada, muncul dan telah lahir. 

Lantas kalau sudah ada, muncul dan telah lahir, ngapain? ya..ngak ngapa ngapain...orang saat itu blognya ngga saya apa apain, saya anggurin mungkin udah lumutan. Saya tidak langsung memakai domain itu, ibaratnya masih seperti kertas putih yang belum dicorat coret oleh si empunya. Saya belum merasa "memiliki" blog tersebut.  Saya biarkan kosong selama setengah tahun.

Mengapa kosong? karena saya tidak tahu harus memulai menulis dari mana, menulis apa dan bagaimana cara saya memulainya. Saya mulai berpikir untuk apa saya membeli domain jika saya tidak menggunakannya. Saya menganggap domain adalah senjata, untuk apa senjata itu dibeli jika tidak bermanfaat  dan  tidak ada orang yang menggerakan senjatanya. 

Akhirnya saya mulai menjadi The Woman Behind The Gun , bukan The Man karena saya perempuan hehehe. Setelah tidak digunakan selama 6 bulan, pertengahan tahun saya mulai menulis. Saya menggunakan blog saya sebagai media berkomunikasi, saya menggunakan blog untuk bertegur sapa dengan orang lain, saya menggunakan blog untuk menjalin silaturahmi dengan orang lain, melalui blog saya mempunyai banyak teman baru dan melalui bundadirga.com saya mulai menunjukan eksistensi saya.

Saya jadi terpikir teori Rene Descartes Cogito ergo sum  yang artinya: "Aku berpikir maka aku ada" dan berawal dari bundadirga.com ini, saya mulai berpikir untuk terus menulis, memotivasi diri sendiri untuk terus konsisten menulis, terus belajar, terus bertanya dan terus berkarya, karena saya ingin menunjukkan bahwa Bundadirga.com itu ada. 

Bukan sekedar ada, saya ingin kehadiran bundadirga.com dapat memberikan manfaat untuk saya sendiri dan juga bermanfaat orang lain. Sebagai media untuk berbagi informasi, dan juga sharing tentang apapun. Saya betul betul menggunakan blog untuk katarsis, menulis..menulis...dan menulis.  Menuangkan ide ide, terkadang ide ide jail pun saya tulis diblog hihi.

Salah satu cara saya menunjukkan eksistensi bundadirga.com adalah mengikuti challenge challenge yang diadakan oleh Blogger Perempuan, asik...sering sering adain acara keren ini ya Blogger Perempuan hihi

 

Bundadirga.com Sebuah Aktualisasi Diri

Memasuki usia yang hampir menyentuh kepala 4, saya merasa harus mulai fokus memikirkan apa yang menjadi passion saya.  Setidaknya saya harus memiliki "karya" yang bermanfaat, ya...setidaknya bermanfaat untuk diri sendiri dan keluarga. Apabila "karya" saya ternyata juga bermanfaat untuk orang lain dan mampu menghasilkan, saya anggap sebagai bonus dari pencapaian saya. Passion lah yang menjadikan saya menjadi "beda" dengan orang lain.

Menulis lagu anak anak adalah passion saya, ada rasa senang ketika anak anak mendengarkan lagu karya saya, mereka menyanyikan dengan riang gembira, keceriaan menjadikan mereka menjadi anak anak yang seutuhnya. Karena mereka berhak untuk bahagia. Ada perasaan bangga menyelimuti hati saya. Saya pun berharap ketika mencipta lagu, energi energi positif dan keceriaan anak anak mampu melebur dalam jiwa saya sehingga menjadikan saya menjadi awet muda hihihi...

Awal mula saya membeli domain sejujurnya hanya sebagai media  untuk memperkenalkan lagu lagu anak ciptaan saya, sudah hanya itu, namun seiring berjalannya waktu saya merasa bahwa menulis bukan hanya sebuah keisengan atau hobby semata, namun menulis menjadi sebuah kebutuhan.

Seperti  yang dituliskan oleh Abraham Maslow tentang teori Hierarki kebutuhan (Hierarchy Of Needs) - nya. Muslow menyatakan bahwa untuk menuju kebutuhan tertinggi, tingkat tingkat kebutuhan kebutuhan sebelumnya sudah harus terpenuhi terlebih dahulu. 

Teori ini menjadikan seseorang untuk terus memotivasi diri sendiri, memenuhi kebutuhan kebutuhan dasar, terus merangkak dan terus berupaya berproses untuk berada dipuncak tertinggi yaitu Aktualisasi Diri.

 

Menurut Abraham Maslow ada 5 tingkat kebutuhan manusia :

1. Kebutuhan Fisiologis 
    Kebutuhan ini adalah kebutuhan yang berada ditingkat paling bawah, ini adalah kebutuhan dasar manusia seperti kebutuhan makan,  minum,  tempat tinggal. Kebutuhan ini menjadi kebutuhan dasar seseorang. Kebutuhan ini harus terpenuhi agar seseorang mampu naik level ke tingkat selanjutnya. 

Bisa diibaratkan ketika seseorang belum makan, tidak memiliki tempat tinggal, dia tidak akan mampu untuk berpikir, boro boro memikirkan karya, memikirkan bagaimana cara  bisa makan, itu lah yang terpenting.

2. Kebutuhan Akan Rasa Aman
Ketika kebutuhan  fisiologis sudah terpenuhi, akan muncul kebutuhan untuk mendapatkan rasa aman. Rasa aman secara fisik seperti sehat, rasa aman secara psikologis terbebas dari rasa cemas, bebas dari rasa ketakutan, terbebas dari kondisi pertikaian, terbebas dari situasi peperangan. 

Rasa aman dari tekanan, rasa aman dari ancaman dan bebas dari apapun membuat seseorang akan merasa tenang sehingga mampu  berpikir untuk menghasilkan sebuah karya. Bisa dibayangkan jika seseorang mengalami tekanan secara psikologis dan terancam, dia tidak akan pernah bisa memikirkan hal yang lain, kecuali memikirkan bagaimana cara agar bisa merasakan dan mendapatkan rasa aman.


3. Kebutuhan Akan Kasih Sayang
Ketika kebutuhan fisiologis dan kebutuhan akan rasa aman sudah terpenuhi, akan muncul kebutuhan dilevel berikutnya yaitu kebutuhan akan kasih sayang. Kasih sayang dari keluarga, sahabat, komunitas yang membuat seseorang merasa diterima dalam kehidupan bermasyarakat.

Apabila seseorang mengalami penolakan atau tidak mendapatkan ketidak percayaan dari orang lain, dia tidak akan merasa menjadi seseorang yang seutuhnya. Kasih sayang lah yang  menjadikan seseorang memiliki arti, saling mencintai, saling menghargai sehingga ada take and give dalam proses kehidupan, sehingga tidak akan ada benih benih kebencian dan permusuhan yang terjadi.

4. Kebutuhan Akan Penghargaan
Level ini merupakan tahap dimana seseorang untuk mulai melakukan aksi aksi nyata dalam hidup, keinginan untuk berprestasi dan bebas mengekspresikan apa yang menjadi keinginanya.  

Menurut Maslow setiap orang  memiliki dua kategori tentang kebutuhan penghargaan, yang pertama berkaitan dengan diri sendiri seperti kebutuhan untuk menghormati orang lain, kebutuhan mendapatkan pengakuan, memiliki kompetensi, kekuasaan, prestasi dan kemandirian.
Kategori kedua adalah kebutuhan yang berasal dari orang lain seperti status, dominasi, ketenaran, apresiasi, dihargai, dianggap penting oleh orang lain.

Seseorang yang merasa sudah mampu memenuhi harga dirinya akan mampu dan berani tampil menjadi seseorang yang percaya diri, tidak tergantung kepada orang lain, independent dalam berpikir dan merdeka dalam berkarya. 

Pada level ini seseorang akan merasa siap untuk mengaktualisasikan diri, mengaktualisasikan apa yang menjadi passion-nya.

5. Kebutuhan Akan Aktualisasi Diri
Kebutuhan ini menurut  si empunya teori merupakan level  yang berada dipuncak tertinggi yaitu kebutuhan untuk membuktikan dan menunjukan dirinya kepada orang lain. Kebutuhan dimana seseorang dengan potensi yang dimiliki mengembangkan apa yang mejadi passion-nya. 

Misalnya seorang pelukis mengaktualisasikan lewat lukisan, seorang musisi dengan membuat lagu, seorang penulis dengan tulisannya, seseorang atlet menjadi atlet yang handal. Semua akan  mengerjakan sesuatu sesuai dengan bidangnya masing masing,fokus dan sudah menjadi "profesi" bukan lagi sebagai batu loncatan untuk mencoba coba bidang lain. 

Seseorang merasa  bahwa kebutuhan ini harus terus diperjuangkan, semaksimal mungkin.  Mengapa kebutuhan ini berada dipuncak tertinggi dan hanya memiliki ukuran segitiga  kecil diantara kebutuhan yang lain? Menurut  hemat saya, tidak semua orang berani untuk mulai mengaktualisasikan dirinya.  

Level ini bukan sekedar untuk dirinya, namun sudah masuk ke ranah publik yaitu kebutuhan untuk bisa berkontribusi untuk orang lain dan lingkungan sekitar.
 


Hihi, serius amat ya saya nulisnya hahahaha, iya bun sekali lagi dengan kehadiran Bundadirga.com, saya merasa menjadi sebuah Eksistensi dan Aktualisasi diri saya. Sebagai media saya dalam berkarya dan semoga saya mampu menjalani passion saya dengan istiqomah.

Terima kasih bunda sudah mampir ke blog saya, apapun refleksi Blogging saya di tahun 2018, semoga bisa menjadikan hal yang baik dan bermanfaat untuk semua.

Selamat Tahun Baru 2019, semoga tahun yang baru menjadikan kita semua menjadi pribadi yang lebih baik lagi.


Salam Kukuruyuk



















You Might Also Like

20 komentar

  1. Awww keren banget mbaaa, suka ama salam kukuruyuk, jadi ingat mama saya yang selalu gak mau kalah bangun sebelum kukuruyuk ayamnya hahaha
    Emang bener ya, blog bisa banget buat eksistensi dan aktualisasi diri.

    Sayapun merasakan hal itu.
    Bahkan saya heran kalau ada yang hubungi saya trus bilang, "Rey kamu ke mana saja? kok gak pernah ada kabar?"
    Pengen saya kasih url blog saya biar dia tau saya gak ke mana-mana dan selalu eksis di blog hahaha

    BalasHapus
  2. Salah satu aktualisasi diri mbak, juga menciptakan Blog ini jadi unik dan otentik. ❤️❤️❤️❤️❤️

    BalasHapus
  3. Walah jadi inget materi jaman kuliah bun. Hehe
    Alhamdulillah udh menemukan media untuk aktualisasi diri ya bun. Tinggal istiqomah aja 😘

    BalasHapus
  4. Setuju banget dengan teori 5 kebutuhan abraham maslow tadi, namanya mahluk sosial manusia perlu eksis ya :)

    BalasHapus
  5. Aduh, jadi salah fokus sama gambar pertamanya yang menarik hehe... setuju sama artikel Bunda Dirga...

    BalasHapus
  6. Kalau ambil psikologi pasti ada ambil teori psikologi ya mb, karena mengambil psikologi juga jadi banyak baca dan belajar filsafat. Hal ini membuat tulisan jadi makin bernilai. Semangat terus mb. Sambut tahun depan dengan one day one post

    BalasHapus
  7. wah sama banget bun, baru beli domain awal 2018. hehe..
    semoga 2019 semangat terus ngeblog ya bun.. :)

    BalasHapus
  8. Saya jadi seperti belajar lagi lewat blog post bunda. Baru pertama kali mampir kesini, salam kenal ya bunda :D

    BalasHapus
  9. Wahhhh keren banget bun punya hobi bikin lagu anak-anak 😀 semoga eksisnya kita di dunia perbloggingan ini bisa jadi salah satu aktualisasi diri yang positif ya.. Hehehe

    BalasHapus
  10. Tulisannya bernas, memaparkan teori dengan realitas. Benar banget apa yang dipaparkan Abraham Maslow. Bahkan saya juga pernah alami kasus nomor 2 yang bikin gagal fokus karena gangguan.
    Kala nulis ini sambil lihat kilasan kembang api di luar, nun di kejauhan, seberang utara Kampung Poronggol yang berada di ujung paling barat. Baguis juga, ngeblog ditemani kembang api dari kejauhan. Jauh banget, puluhan kilometer dari rumah, he he. Maklum rumah di tengah kebun. Di lembah.
    Eh, malah curcol.
    intinya, ada banyak hal yang menyenangkan lewat blog. Salut dengan Bunda Dirga dan salam khasnya. Saya jawab: petok-petok-petok, he he.
    Tetap istiqomah.

    BalasHapus
  11. Salam kukuruyuk bunda, teori maslow ini sepertinya pernah sy dapatkan di pelajaran sosiologi waktu sma dulu deh, dan skrg saya bingung saya diposisi yang mana, apakah di nomor 1,2 atau 3 ya karena tiga2nya memang motivasi kebutuhan sy utk menulis saat ini..

    BalasHapus
  12. Semoga makin konsisten yaa bu nulisnya dan dapat banyak manfaat. Moga makin sukses bu dalam berbagai informasi positif kepada pembaca blog 😄

    BalasHapus
  13. Salam kenal mba..seru membaca blognya.Teori Moslow memang teori yang support banget tentang motivasi seseorang, salam dari Bandung hehe

    BalasHapus
  14. Wah saya baru tau teori Abraham Maslow ini. Soal aktualisasi diri nih yang paling menantang menurutku mbak. Karena musuh utamanya adalah diri sendiri... soalnya gampang banget kan kita dibikin mikir "aku gak pantes begini. aku gak berbakat. aku gak bisa apa-apa" ketika lagi stuck sama usaha untuk mengeksplorasi passion kita

    BalasHapus
  15. Wah, betul juga semua manusia perlu 5 hal yang disebutkan dalam teori tadi. Dan menulis merupakan sarana untuk memenuhi kebutuhan itu. Makasih sharingnya. Salam kukuruyukk

    BalasHapus
  16. Semoga makin eksis, blognya, orangnya, dan sukses menebar manfaat ya Bundir...

    BalasHapus
  17. Semoga makin eksis ya bunda Dirga ngeblognya dan makin bermanfaat untuk sekelilingnya aamiin

    BalasHapus
  18. Kukuruyukkk, salam bund hahahah
    aku salut dan bangga sama kamu pinter menciptakan lagu, jadi ingat bapak saya yang mahir juga bikin lagu bahkan dulu adeku pernah nyanyi lagu anak masuk TPI dan TVRI jaman dulu banget tahun berapa ya, kalau ga salah tahun 2000an

    BalasHapus
  19. Semoga ngeblog bisa memenuhi kelima kebutuhan di atas ya bun 😍

    BalasHapus